
5 Konsep Coffee Shop Anti-Mainstream di Jakarta untuk Cozy at Work
Pergeseran cara kerja menuju Work From Anywhere (WFA) atau hybrid telah mengubah lanskap coffee shop di Jakarta. Kedai kopi kini dituntut tidak hanya menyajikan kafein berkualitas, tetapi juga menawarkan konsep ruang yang unik (anti-mainstream) dan mendukung produktivitas tinggi—sebuah suasana yang lazim disebut cozy at work.
Berikut adalah lima konsep coffee shop unik yang sudah dan diprediksi akan menjadi tren di Jakarta, masing-masing dengan contoh riil yang mendukung kenyamanan bekerja.
1. The ‘Cafe in The Woods’ Concept
Konsep ini menawarkan pelarian sejenak ke alam, menghilangkan kesan kaku arsitektur perkotaan yang didominasi beton dan baja.
- Keunikan: Memadukan coffee shop dengan lanskap hijau yang ekstensif, menciptakan suasana outdoor yang teduh. Desainnya didominasi material alami dan pencahayaan yang lembut.
- Arborea Cafe (Kompleks Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat). Dikenal dengan arsitektur berbentuk kabin kayu yang dikelilingi hutan kota. Jendela-jendela besar dan area terbuka memberikan sirkulasi udara yang baik dan pemandangan hijau yang menenangkan mata, menjadikannya lokasi ideal untuk deep work yang membutuhkan fokus.

2. The ‘Art Gallery & Workshop Hub’ Concept
Konsep ini mentransformasi kafe menjadi ruang kreatif, ideal bagi pekerja di industri kreatif yang membutuhkan stimulasi visual dan interaksi seni.
- Keunikan: Mengintegrasikan galeri seni, ruang pameran temporer, atau bahkan studio kecil di dalam area kafe. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil dikelilingi oleh karya seni dan potensi kolaborasi.
- Dia.Lo.Gue (Kemang, Jakarta Selatan). Selain menjual kopi, tempat ini adalah galeri seni kontemporer. Suasana yang tenang, lapang, dan dipenuhi karya seni memberikan jeda visual yang efektif dari layar laptop, meningkatkan kreativitas dan memberikan suasana kerja yang tenang namun inspiratif.

3. The ‘Silent/Library Cafe’ Concept
Meskipun belum dominan, konsep ini diprediksi akan masuk sebagai respons terhadap kebisingan kafe-kafe mainstream yang kurang kondusif untuk bekerja.
- Keunikan: Kafe yang menerapkan peraturan ketat mengenai tingkat kebisingan. Area tempat duduk dirancang menyerupai bilik-bilik belajar (kubikel) atau meja terpisah dengan sekat tinggi. Kafe ini mungkin berkolaborasi dengan silent library atau bookstore.
- Kurasu Menteng (Menteng, Jakarta Pusat). Meskipun bukan silent cafe murni, Kurasu—yang berasal dari Jepang—menawarkan desain minimalis dan Zen yang cenderung hening dan rapi, mengutamakan pengalaman menikmati kopi secara tenang, sangat cocok bagi yang mencari ketenangan.
- Omah Library (Meruya, Jakarta Barat) dengan Omah Boboto dan Omah Guha sesuai dengan bangunannya. Tempat ini menawarkan ambience yang tenang dan nyaman untuk baca buku dan bekerja dan interaksi sosial minimal, Omah Library menyajikan tempat yang nyaman dengan layaknya perpustakaan.

4. The ‘Co-Living/Integrated Hub’ Concept (Trending)
Konsep ini menggabungkan kafe dengan fungsi hunian atau layanan publik, menciptakan ekosistem all-in-one bagi kaum urban.
- Keunikan: Kafe yang merupakan bagian dari co-living atau hotel butik. Hal ini memberikan akses fasilitas lengkap, mulai dari tempat tidur (nap spot) hingga meeting room formal yang bisa disewa.
- Fountainhead Cafe & Co Living (Meruya, Jakarta Barat). Dengan konsep yang menyatukan kafe dan tempat tinggal bersama, tempat ini menjamin Wi-Fi kencang, banyak stop kontak, dan jam operasional yang fleksibel, karena dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan penghuni dan pekerja remote secara bersamaan.

5. The ‘Zero/Low Waste Refillery’ (Konsep akan datang)
Konsep ini mengedepankan aspek keberlanjutan dan etika, menarik segmen pekerja yang memiliki kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan.
- Keunikan: Mendorong pelanggan membawa tumbler sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (sering menerapkan kebijakan zero plastic), dan berfokus pada biji kopi yang bersumber secara etis (ethical sourcing).
- Work Coffee Indonesia (Lebak Bulus, Jakarta Selatan). Kafe ini mengusung konsep zero plastic policy dan menggunakan material kayu yang bersumber berkelanjutan. Suasana open space yang didukung pepohonan menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan ketenangan batin karena kontribusi positif terhadap lingkungan.

Konsep-konsep unik ini menunjukkan bahwa coffee shop di Jakarta tidak hanya bersaing dalam rasa, tetapi juga dalam menciptakan ruang yang mampu mendukung gaya hidup produktif dan cozy bagi generasi profesional masa kini.
Penulis: YH
Leave a Reply